Sms gratis melalui internet

Diposting oleh Rizky hidayat pada 07:10, 18-Jun-14 • Komentar (18)
aplikasi ini di gunakan untuk sms gratis hanya modal kan internet saja silahkan di coba sob... Klik Di sini

KELEBIHAN AYAT KURSI

Diposting oleh Rizky hidayat pada 09:11, 16-Mei-14 • Komentar (6)

AYAT KURSI MENJELANG TIDUR



Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah memang patut dipuji, kemudian pencuri itu kemudian berhasil ditangkapnya.
 
"Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," gertak Abu Hurairah.
 
Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian ia pun merengek-rengek : "Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan."

Maka pencuri itu pun dilepaskan. Bukankah zakat itu pada akhirnya akan diberikan kepada fakir miskin ? Hanya saja, cara memang keliru. Mestinya jangan keliru.Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kepada Rasulullah S.A.W. Maka bertanyalah beliau : "Apa yang dilakukan kepada tawananmu semalam, ya Abu Hurairah?"
 
Ia mengeluh, "Ya Rasulullah, bahawa ia orang miskin, keluarganya banyak dan sangat memerlukan makanan," jawab Abu Hurairah. Lalu diterangkan pula olehnya, bahawa ia kasihan kepada pencuri itu,, lalu dilepaskannya.

"Bohong dia," kata Nabi : "Pada hala nanti malam ia akan datang lagi.
 
"Kerana Rasulullah S.A.W berkata begitu, maka penjagaannya diperketat, dan kewaspadaan pun ditingkatkan. Dan, benar juga, pencuri itu kembali lagi, lalu mengambil makanan seperti kemarin. Dan kali ini ia pun tertangkap."Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W," ancam Abu Hurairah, sama seperti kemarin.
 
Dan pencuri itu pun sekali lagi meminta ampun : "Saya orang miskin, keluarga saya banyak. Saya berjanji esok tidak akan kembali lagi."

Kasihan juga rupanya Abu Hurairah mendengar keluhan orang itu, dan kali ini pun ia kembali dilepaskan. Pada paginya, kejadian itu dilaporkan kepada Rasulullah S.A.W, dan beliau pun bertanya seperti kelmarin. Dan setelah mendapat jawapan yang sama, sekali lagi Rasulullah menegaskan : "Pencuri itu bohong, dan nanti malam ia akan kembali lagi."
 
Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan dan kepintaran penuh. Mata, telinga dan perasaannya dipasang baik-baik. Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak-geri disekelilingnya sudah dua kali ia dibohongi oleh pencuri. Jika pencuri itu benar-benar datang seperti diperkatakan oleh Rasulullah dan ia berhasil menangkapnya, ia telah bertekad tidak akan melepaskannya sekali lagi. Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu datangnya pencuri jahanam itu. Ia kesal. Kenapa pencuri kelmarin itu dilepaskan begitu sahaja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah S.A.W ? Kenapa mahu saja ia ditipu olehnya ? "Awas!" katanya dalam hati. "Kali ini tidak akan kuberikan ampun."

Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, ketika tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang datang menghampiri longgokan makanan yang dia jaga. "Nah, benar juga, ia datang lagi," katanya dalam hati. Dan tidak lama kemudian pencuri itu telah bertekuk lutut di hadapannya dengan wajah ketakutan. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-gerinya.
 
"Kali ini kau pastinya kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan datang lagi ke mari, tapi ternyata kau kembali juga. Lepaskan saya," pencuri itu memohon. Tapi, dari tangan Abu Hurairah yang menggenggam erat-erat dapat difahami, bahawa kali ini ia tidak akan dilepaskan lagi.
 
Maka dengan rasa putus asa ahirnya pencuri itu berkata : "Lepaskan saya, akan saya ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna."

"Kalimat-kalimat apakah itu?" Tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu.
 
"Bila tuan hendak tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu dipelihara oleh Allah, dan tidak akan ada syaitan yang berani mendekati tuan sampai pagi."

Maka pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Agaknya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang.Dan keesokan harinya, ia kembali menghadap Rasulullah S.A.W untuk melaporkan pengalamannya yang luar biasa tadi malam. Ada seorang pencuri yang mengajarinya kegunaan ayat Kursi.
 
"Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?" tanya Rasul sebelum Abu Hurairah sempat menceritakan segalanya.
 
"Ia mengajariku beberapa kalimat yang katanya sangat berguna, lalu ia saya lepaskan," jawab Abu Hurairah."
 
"Kalimat apakah itu?" tanya Nabi.
 
Katanya : "Kalau kamu tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu….. Dan seterusnya sampai akhir ayat.
 
Dan ia katakan pula : "Jika engkau membaca itu, maka engkau akan selalu dijaga oleh Allah, dan tidak akan didekati syaitan hingga pagi hari."

Menanggapi cerita Abu Hurairah, Nabi S.A.W berkata, "Pencuri itu telah berkata benar, sekalipun sebenarnya ia tetap pendusta."
 
Kemudian Nabi S.A.W bertanya pula : "Tahukah kamu, siapa sebenarnya pencuri yang bertemu denganmu tiap malam itu?"
 
"Entahlah." jawab Abu Hurairah.
 
"Itulah syaitan."


KELEBIHAN AYAT KURSI

Dari Anas bin Malik r.a. berkata, "Rasulullah S.A.W bersabda : Apabila seseorang dari umatku membaca ayat Kursi 12 kali, kemudian dia berwuduk dan mengerjakan solat subuh, nescaya Allah akan menjaganya dari kejahatan syaitan dan darjatnya sama dengan orang yang membaca seluruh al-Qur'an sebanyak tiga kali, dan pada hari kiamat ia akan diberi mahkota dari cahaya yang menyinari semua penghuni dunia."

Berkata Anas bin Malik, "Ya Rasulullah, apakah hendak dibaca setiap hari?"

Sabda Rasulullah S.A.W, " Tidak, cukuplah membacanya pada setiap hari Jumaat."


Umat-umat dahulu hanya sedikit sahaja yang mempercayai rasul-rasul mereka dan itu pun apabila mereka melihat mukjizat secara langsung. Kita sebagai umat Islam tidak boleh ragu-ragu tentang apa yang diterangkan oleh Allah dan Rasul. Janganlah kita ragu-ragu tentang al-Qur'an, hadis dan sunnah Rasul kita. Janganlah kita menjadi seperti umat yang terdahulu yang mana mereka itu lebih suka banyak bertanya dan hendak melihat bukti-bukti terlebih dahulu sebelum mereka beriman.

Setiap satu yang dianjurkan oleh Rasulullah S.A.W kepada kita adalah untuk kebaikan kita sendiri. Rasulullah S.A.W menyuruh kita mengamalkan membaca surah Kursi. Kehebatan ayat ini telah ditearngkan dalam banyak hadis. Kehebatan ayat Kursi ini adalah untuk kita juga, yakni untuk menangkis gangguan syaitan dan kuncu-kuncunya di samping itu kita diberi pahala.

Begitu juga dengan surah al-Falaq, surah Al-Kahfi, surah Yasin dan banyak lagi ayat-ayat al-Qur'an yang mempunyai keistimewaannya. Setiap isi al-Qur'an itu mempunyai kelebihan yang tersendiri. Oleh itu kita umat Islam, janganlah ada sedikit pun keraguan tentang ayat-ayat al-Qur'an, hadis Nabi dan sunnah Baginda S.A.W. Keraguan dan was-was itu datangnya dari syaitan.

ke istimewaan kucing

Diposting oleh Rizky hidayat pada 09:08, 16-Mei-14 • Komentar (0)

WANITA YANG MASUK NERAKA KERANA SEEKOR KUCING

Hati yang keras dan tabiat yang buruk bisa menjerumuskan pemiliknya ke dalam Neraka. Hal itu karena ia kosong dari kasih sayang yang membuatnya tidak peduli terhadap apa yang dia lakukan kepada orang lain, maka ia membunuh, memukul dan merusak.

Dengan itu, mereka mencelakakan diri mereka disebabkan oleh apa yang mereka lakukan kepada orang lain. Di antara mereka ada seorang wanita yang diceritakan oleh Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam. Dia mengurung seekor kucing sampai ia mati kelaparan dan kehausan. Karena perbuatan itu dia pun masuk Neraka.
 
NASH HADITS
 
Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Umar dari Nabi ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Seorang wanita masuk Neraka karena seekor kucing yang diikatnya. Dia tidak memberinya makan dan tidak membiarkannya makan serangga bumi.”Dalam riwayat Bukhari, “Seorang wanita disiksa karena seekor kucing yang dia kurung sampai mati. Dia masuk Neraka karenanya. Dia tidak memberinya makan dan minum sewaktu. Mengurungnya. Dia tidak pula membiarkannya dia makan serangga bumi.”

Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam telah melihat wanita yang mengikat kucing ini berada di Neraka manakala beliau melihat Surga dan Neraka pada shalat gerhana. Dalam Shahih Bukhari dari Asma binti Abu Bakar bahwa Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam bersabda, yang artinya: “Lalu Neraka mendekat kepadaku sehingga aku berkata, ‘Ya Rabbi, aku bersama mereka?’ Aku melihat seorang wanita. Aku menyangka wanita itu diserang oleh seekor kucing. Aku bertanya, ‘Bagaimana ceritanya?’ Mereka berkata, ‘Dia menahannya sampai mati kelaparan. Dia tidak memberinya makan dan tidak pula membiarkannya mencari makan.” Nafi’ berkata, “Menurutku dia berkata, ‘Mencari makan dari serangga bumi.”

Muslim meriwayatkan dari Jabir hadits Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam yang melihat seorang wanita yang mengikat kucing berada di Neraka. Di dalamnya terdapat keterangan bahwa wanita itu berasal dari Bani Israil. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa wanita itu berasal dari Himyar.

TAKHRIJ HADITS
Hadits tentang kucing dalam Shahih Bukhari dalam Kitab Bad’il Khalqi, bab”Jika lalat jatuh ke dalam bejana salah seorang dari kalian” (VI/356), no. 3318. Dan dalam Kitab Ahaditsil Anbiya’, no. 3482. Dan dalam Kitabul Musaqah, bab keutamaan memberi minum, 5/41, no. 2365.
Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar dalam Kitabus Salam, bab ”Diharamkannya membunuh kucing” (4/1760, no. 2242-2243).
Hadits tentang Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam melihat seorang wanita yang mengikat kucing diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahih-nya dalam Kitabul Adzan dan Asma’ binti Abu Bakar (2/231, no. 745) dan Kitabul Musaqah Abdullah, keutamaan memberi minum air (5/41) no. 2364.
Adapun riwayat Muslim tentang Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam melihat wanita yang menyiksa kucing terdapat dalam Kitabul Kusuf, bab apa yang diperlihatkan kepada Rasululloh dalam shalat Kusuf, 2/622, no. 904.

PENJELASAN HADITS

Ini adalah kisah wanita Himyariyah Israiliyah yang mengurung seekor kucing, tetapi dia tidak memberinya makan dan minum hingga kucing itu mati karena kelaparan dan kehausan. Ini menunjukkan kerasnya tabiat wanita itu, betapa buruk akhlaknya, serta tiadanya belas kasih di hatinya. Dia sengaja menyakiti. Jika di hatinya terdapat belas kasih, niscaya dia melepaskan kucing itu. Dan sepertinya dia mengurungnya sepanjang siang dan malam. Ia merasakan haus dan lapar dengan suara yang memelas meminta bantuan dan pertolongan. Suara dengan ciri tersendiri yang dikenal oleh orang-orang yang mengenal suara. Akan tetapi, hati wanita ini telah membatu dan tidak terketuk oleh suara pilu kucing itu. Dia tidak menghiraukan harapan dan impiannya. Suara itu melemah, lalu seterusnya menghilang. Kucing itu mati. Ia mengadu kepada Tuhannya tentang kezhaliman manusia yang hatinya keras dan membatu.

Jika wanita ini ingin agar kucing ini tetap di rumahnya, dia mungkin saja memberinya makan dan minum yang bisa menjaga hidupnya. Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam telah menyampaikan kepada kita bahwa kita meraih pahala dengan berbuat baik kepada binatang. Jika dia enggan memberinya makan yang menjaganya dari hidup, maka dia harus melepasnya dan membiarkannya bebas di bumi Alloh yang luas. Ia pasti mendapatkan makanan yang bisa menjaga hidupnya. Lebih-lebih, Alloh telah menyediakan rizki bagi kucing tersebut dari sisa-sisa makanan orang, begitu pula serangga-serangga yang ditangkapnya.

Perbuatan ini telah mencelakakan wanita tersebut, sehingga dia masuk Neraka. Rasululloh ShallAllohu ‘alaihi wa Sallam melihat kucing itu memburu wanita yang menahannya di Neraka. Bekas-bekas cakaran tergores di wajah dan tubuhnya. Beliau melihat itu manakala Surga dan Neraka diperlihatkan kepadanya pada saat shalat gerhana.

PELAJARAN-PELAJARAN DAN FAEDAH-FAEDAH HADITS
  1. Besarnya dosa orang-orang yang menyiksa binatang dan menyakitinya dengan memukul dan membunuh. Wanita ini masuk Neraka karena dia menjadi sebab kematian seekor kucing.
  2. Boleh menahan binatang seperti kucing, burung, dan sebagainya, jika diberi makan dan minum. Jika tidak mampu atau tidak mau, maka hendaknya melepaskannya dan membiarkannya pergi di bumi Alloh yang luas untuk mencari rizkinya sendiri.
  3. Di Akhirat, manusia diadzab sesuai dengan perbuatannya di dunia. Wanita ini diserang oleh seekor kucing di Neraka dengan mencakari tubuhnya.
(Sumber: Shohih al-Qoshosh karya DR. Umar Sulaiman Abdullah al-Asyqor [Dosen Fakultas Syari’ah Universitas Yordania])

segitiga bermuda

Diposting oleh Rizky hidayat pada 10:49, 14-Mei-14 • Komentar (6)
Sejarah cerita segi tiga Bermuda Menurut pengarang segi tiga Bermuda, Christopher Columbus merupakan orang pertama merekodkan sesuatu yang ganjil dalam Segi tiga Bermuda, melaporkan bahawa dia dan anak kapalnya melihat "cahaya pelik menari-nari di kaki langit", api di langit, dan pada titik lain dia menulis mengenai bacaan kompas luar biasa di kawasan tersebut. Dalam buku lognya, bertarikh 11 Oktober 1492 dia menulis: Seorang anak kapal telah ternampak tanah itu ( Rodrigo de Triana), walaupun laksamananya pada pukul sepuluh petang itu sedang berdiri di biliknya (quarter- deck) nampak satu cahaya, tetapi sangat kecil satu benda yang beliau tidak dapat memastikan itu adalah tanah; memanggil Pero Gutiérrez (groom of the King's wardrobe) ia memberitahu Pero tentang cahaya yang dilihatnya, kemudian mengarahkan pandangan Pero ke arah cahaya itu, yang mana Pero juga telah terlihat; Pero kemudian membuat perkara yang sama kepada Rodrigo Sánchez of Segovia, yang telah di hantar oleh Raja dan Permaisuri bersama dengan skuadron, sebagai 'comptroller', tetapi dia tidak dapat melihatnya. Laksamana kemudian mengesahkan apa yang dilihatnye satu atau dua kali lagi, yang nampak seperti cahaya dari lilin bergerak ke atas dan ke bawah, yang mana sesetengah orang berpendapat ianya datang dari daratan. Laksamana bagaimanapun pasti yang kawasan daratan itu sudah hampir. Penyelidik moden telah memeriksa buku log asal telah mengandaikan bahawa cahaya yang dilihatnya adalah api memasak orang asli Taino dalam kanoe mereka atau di pantai; bacaan kompas adalah akibat bacaan salah berdasarkan pergerakan bintang. Rencana pertama mengenai lagenda segitiga bermuda mula muncul dalam akhbar ditulis oleh E.V.W. Jones pada 16 September 1950, melalui Associated Press. Dua tahun berikutnya, majalah Fate menerbitkan rencana pendek "Sea Mystery At Our Back Door" oleh George X. Sand pada isu Oktober 1952 mengenai kehilangan beberapa kapal terbang dan kapal, termasuk kehilangan Flight 19, sekumpulan lima kapal terbang pengebom Tentera laut Amerika Syarikat TBM Avenger dalam misi latihan. Rencana Sand adalah yang pertama meletakkan segi tiga yang kini biasa dilihat di mana kehilangan berlaku. Flight 19 sahaja dilapor dalam isu April 1962 Majalah American Legion. Rencana bertajuk "The Lost Patrol", oleh Allen W. Eckert, dan dalam ceritanya ia didakwa bahawa ketua penerbangan didengari berkata "We are entering white water, nothing seems right. We don't know where we are, the water is green, no white." It was also claimed that officials at the Navy board of inquiry stated that the planes "flew off to Mars." "The Lost Patrol" was the first to connect the supernatural to Flight 19, but it would take another author, Vincent Gaddis, writing in the February 1964 Argosy Magazine to take Flight 19 together with other mysterious disappearances and place it under the umbrella of a new catchy name: "The Deadly Bermuda Triangle";[6] he would build on that article with a more detailed book, Invisible Horizons, the next year. Others would follow with their own works: John Wallace Spencer (Limbo of the Lost, 1969); Charles Berlitz (The Bermuda Triangle, 1974); Richard Winer (The Devil's Triangle, 1974), and many others, all keeping to some of the same supernatural elements outlined by Eckert.[7] Penjelasan Kusche Lawrence David Kusche, seorang penyelidik perpustakaan dari Universiti Negeri Arizona dan pengarang The Bermuda Triangle Mystery: Solved (1975) mencabar trend ini. Penyelidikan Kusche mendedahkan ketidaktepatan dan percanggahan antara kisah Berlitz dan kenyataan dari saksi, peserta, dan yang lain yang terbabit dalam kejadian asal. Dia mendapati bahawa di mana maklumat berkenaan tidak dilaporkan, seperti kehilangan pelayar mengelilingi dunia Donald Crowhurst, yang Berlitz bentangkan sebagai misteri, sungguhpun bukti jelas yang sebaliknya. Satu contoh lain adalah pengangkut bijih yang didakwa Berlitz sebagai hilang tanpa jejak tiga hari dari pelabuhan Atlantik apabila ia dilaporkan hilang selepas tiga hari dari pelabuhan yang sama nama di Lautan Pasifik. Kusche turut mendakwa bahawa peratusan besar dari kejadian yang mencetus pengaruh misteri Segi tiga sebenarnya berlaku jauh dari tempat itu. Sering kali penyelidikannya amat mudah: dia hanya meneliti akhbar masa itu dan melihat fakta seperti lapuran cuaca yang tidak pernah disebut dalam cerita tersebut. Kusche membuat beberapa kesimpulan: Jumlah kapal dan kapal terbang yang dilaporkan hilang di kawasan tersebut tidak terlebih besar, secara bandingan, dengan tempat lain di lautan. Di kawasan sering dilanda ribut tropika, jumlah kehilangan yang berlaku di situ, bagi kebanyakan masa, tidak melampau, tidak bermistri; tambahan lagi, Berlitz dan penulis lain sering kali gagal melaporkan ribut sedemikian. Jumlah yang dilaporkan juga dibesar-besarkan oleh penyelidikan tidak teliti. Bot yang dilaporkan sebagai hilang, tetapi akhirnya (sungguhpun lambat) kembali ke pelabuhan mungkin tidak dilaporkan. Sesetengah kehiangan sebenarnya, tidak pernah berlaku. Satu kemalangan kapal terbang terhempas yang dikatakan berlaku pada 1937 di Pantai Daytona, Florida, di hadapan beratus-ratus saksi; pemeriksaan dengan akhbar tempatan tidak mebuah hasil. Kusche menmbuat kesimpulan bahawa: Lagenda Segi tiga Bermuda adalah misteri buata .. yang diteruskan oleh penulis yang secara sengaja atau tidak sengaja menggunakan salah faham, kesimpulan salah (faulty reasoning), dan sensationalism.[8] Pendapat lain Syarikat insuran laut Lloyd dari London telah menentukan bahawa Segi tiga Bermuda tidak lebih bahaya berbanding kawasan laut lain, dan tidak mengenakan kadar bayaran lebih bagi laluan kawasan tersebut. Rekod Pengawal Pantai Amerika Syarikat mengesahkan keputusan mereka. Malah, jumlah yang dikatakan hilang tidak penting berbanding jumlah kapal dan kapal terbang yang melalui kawasan tersebut secara tetap. Pengawal Pantai secara rasminya menolak kepercayaan mengenai Segi tiga Bermuda, mengambil kira bahawa mereka mengumpul dan menerbitkan, melalui penyelidikan mereka, banyak dokumentasi[9] menafikan kebanyakan kejadian yang ditulis mengenai penulis Segi tiga Bermuda. Salah satu kejadian seumpamanya membabitkan letupan 1972 dan tenggelamnya kapal tangki V.A. Fogg di Teluk Mexico, Pengawal Pantai merakamkan kapal pecah dan mengambil beberapa mayat [10] sungguhpun salah seorang pengarang segi tiga Bermuda mendakwa semua mayat hilang kecuali kapten, yang dijumpai di kabin masih memegang cawan kopi (Limbo of the Lost oleh John Wallace Spencer, edisi 1973). Penyelidik yang mempertikai, seperti Ernest Taves dan Barry Singer, telah memberi perhatian bahawa misteri dan paranormal amat popular dan menguntungkan. Ini telah mendorong kepada pengeluaran sejumlah besar bahan mengenai topik tersebut seperti segi tiga Bermuda. Mereka mampu menunjukkan bahawa sesetengah bahan menyokong-paranormal sering kali mengeliru dan tidak tepat, tetapi ia masih tetap dipasarkan. Mereka dengan itu mendakwa bahawa pasaran condong kepada buku, TV khas, dsb. yang menyokong misteri Segi tiga dan menentang bahan penyelidikan terperinci sekiranya ia membawa sudut pandangan skeptik mengenainya.